Ku marah sekali,
membaca semua caci maki,
gelak tawa orang tak tau diri,
menghina ajaran baginda nabi.
Lagi, lagi dan lagi
Semua orang menilai buruk kami,
seakan memberikan hukuman mati
atas agama yang dijunjung tinggi.
Nabi mulia dan teladan abadi
Bak purnama cantik tada tara,
selalu dirindu oleh hati.
Kini dihina layaknya pendosa.
Cacat sudah alam ini!
Rusak oleh manusia otak keledai,
mengedepankan mulut daripada akal nurani,
kehilangan malu dari hati!
Para pewaris nabi diludahi,
seakan barang najis sekali.
Berkah dianggap halusinasi,
bak narkotik memabukan diri.
Kalimat demi kalimat terlontar,
tak bersembunyi malu malu,
tapi keluar sempurna dengan bangga,
seakan lelucon hebat.
Guru kau hina sesuka hati,
kau caci ajaran dan baginda kami,
Tak puas jugakah hatimu,
hingga kini kau pun dustakan Sang Kholiq?
Luar biasa memang!
Setan heran dibuatnya,
terpana akan kelakuan busuk anak manusia,
yang bangga atas kekejian perbuatannya.
Komentar
Posting Komentar