Sungguh aku malu

Sungguh aku malu

Melihat miskin papa lemah

Ditindas seenaknya oleh si kaya

Yang tak ada belas kasihnya

 

“Malu aku jadi orang Indonesia”

Begitu kata Taufiq Ismail

Tak lagi aku heran, karena

melihat realitas negara yang rusak

 

Aku hanya merasa malu,

Tak ada rasa benci di hati

Mengapa negara hebat ini

Menjadi tanah tiada berarti?

 

Bertanya kesana kemari

Di mana letak keadilan negri

Di mana jejak perjuangan harga mati

Tapi tak seorang pun menjawab

 

Pilu hati, menangis sudah

Para pahlawan murka dan marah

Bagaimana bisa negri yang dibelanya

Menjadi negri antah barantah

 

Ketika garuda dikebumikan

Digantikan tikus gemar berpesta

Bak pahlawan padahal dusta

Tak segan memakan segala

 

Generasi muda pun terlelap

Oleh nyanyian sosial media

Tak lagi malu bermaksiat

Demi mengejar ketenaran semata

 

Para leluhur hanya menangis

Tak sanggup berharap tinggi

Apa yang dijaga oleh darahnya

Diobral murah, tak ada harga

 

Apa jadinya negri ini?

Semua terlihat suram dan gelap

Hingga aku melihat setitik

Cahaya berpendar indah

 

Ternyata masih ada segelintir guru

Yang berjuang sepenuh hati

Tuk memulihkan generasi

Agar terlahir kembali

 

Aku pun memberikan hormat

Pada guru yang menahan hastrat

Akan ketenaran dan kedudukan

Diganti oleh ikhlasnya niat

Komentar